Senin, 04 Mei 2020

BAGI ALLAH SWT ITU MUDAH SEMUA KENAPA ENGKAU BERSUSAH HATI

Hadapi dengan senyuman, jika logika dan perasaan merasa sudah tidak bisa maka kembalikanlah semua pada Allah swt. Karena bagi Allah swt. Semua itu mudah sekali
Syarat untuk bisa bersandar kepada Allah swt. Adalah jangan pernah putus dari tali Allah swt. Dalam hal ini yang paking utama adalah salat, salat harus menjadi pelabuhan terakhir, istirahatkan semua akal dan perasaanmu pada salat, salat harus menjadi yang ternikmat , sehingga dalam salat sudah tidak ingat apa-apa kecuali Allah swt.
Dengan begitu maka insyaallah semua susahmu akan sirna, akan hilang , akan runtuh...

Salatlah maka engaku akan sehat.

TIBA-TIBA SADAR KALAU AKU BODOH

Apa yang menyadarkanku gerangan?
Kesadaran akan kebodohan diri akan tercipta mana kala sedang menyaksikan atau batmru mengetahui akan kepandaian atau ilmu yang lebih tinggi ada pada yang lain, maka runtuhlah kesombongab selama ini atau bangunan pengertian yang merasa pintar, jangan-jangan selama ini mereka tahu kalau selama ini aku bododh namun karena rikuh nereka tidak mengatakanya
Apa yang menyebabkan aku menjadi bodoh seperti ini?
Penyebab kebodohan banyak sekali yang paling utama adalah banyaknya maksiat, banyaknya makan, banyaknya tidur.
Banyak maksiat membuat hati ternoda , membuat akal menjadi tumpul karena hanya nafsu syahwat yang dilayani.
Banyaknya makan akan membuat keinginan tidur , membuat malas dalam belajar dan beribadah.
Oleh karena wahai kawan sebelum terlambat, ayo kita sadar, jangan pernah menuruti hawa nafsu , baik syahwat, nafsu makan, atau keinginan dunia.
Jangan tertipu jangan terlena oleh tipuan mata, eloknya dunia yang fana dan sementara ini.

Oh tuhan tolonglah kami dari nafsu kami, berilah petunjuk dan kekuatan. Ya zal quwwatin matinn

SAHABAT SEJATI

Sahabat sejati adalah sahabat yang tanpa dikasih tahu sudah tahu apa yang kita inginkan, sahabat sejati tidak hanya datang ketika membutuhkan , namun justru akan datang ketika kita membutuhkan.
Banyak sekali orang baik manakala ia butuh, bahkan ada yang baik manakala butuh dan mencederai kita setelah keinginanya tercapai, orang jawa bilang " ditulung mentung" di tolong malah membalas dengan sebuah pukulan, kurang lebih begitu maknanya, atau pepatah melayu mengatakan "air susu dibalas air tuba" yang mana artinya sebuah kebaikan dibalas denga. Keburukan, na'uzu billah min zalik.
Pada hakekatnya teman sejati hanyalah Allah swt. Ialah yang memberikan kita hidup, semakin banyak kita meminta, Ia semakin suka , berbeda dengan manusia , semakin banyak kita minta maka ia tidak suka,
Teman..senantiasalah berbuat baik bukan karena ingin dibalas kebaikan pula,namun karena kita ingin benar-benar menjadi orang baik , bukan karena suatu hal juga bukan karena manusia, namun benar-benar karena Allah swt. Esok kalau kita mati teman kita cuma amal perbuatan kita, carilah "teman kita" sebanyak-banyaknya sebelum waktu sudah tidak berjalan. 

Minggu, 03 Mei 2020

SEJARAH YANG PANJANG

Untuk berhenti dan sejenak beristirahat dari sejarah yang panjang sekali , hanya butuh memahami, siapa diri kita sebenarnya??
Hanya butuh memahami bagaimana realita kehidupan sekarang???
Apa yang dihadapi?
Apa yang dikerjakan?

Hanya butuh untuk menjalaninya dengan tenang, slow, dinikmati..
Tinggalkan semua ambisi, cukup, cukup sudah memforsir hati dan fikiran..

Dengan kata lain, bagaikan air mengalir saja, kemana arah air kehidupan ini membawa..

Sungguh dan sungguh berat rasanya jika hidup hari ini tapi membawa masa lalu, sunguh dan sungguh berat juga bila hidup hari ini tapi hati dan fikiran ada dalam angan-angan jauh yang belum tentu tercapai..

Istirahatlah...

Berhentilah dari sejarah yang panjang! Goreslah tinta yang indah untuk harimu saat ini, yang akan mengantarmu pada tinta-tinta emas dikemudian hari..tanpa hari ini baik, tak mungkin masa depan akan baik...

Malam domadlon 02.31 

Jumat, 01 Mei 2020

MOTIVASI MENULIS SETIAP HARI DAN MENERBITKAN BUKU

pertemuan ke 5   : Jumat, 1 Mei 2020
waktu                    : 13.00-15.00 WIB
pemateri               : Dadang Kadarusman
Topic                   :  Motivasi Menulis Setiap hari dan Menerbitkan Buku
Peresum                : Hamam Nasirudin, S.Pd.I., M.Pd.I

A.      MATERI
Dadang Kadarusman :
Ayahnya seorang guru sekolah dasar. Ketika Ia masih kecil, ayahnya sering membawakan buku-buku bacaan. Dari situ Ia jadi suka membaca. Dan dari suka membaca itu kemudian Ia berkeinginan untuk menulis. Jadi sejak kecil Ia sudah menulis. Sampai hari ini, Allah memberinya  kekuatan untuk terus menulis. Web beliau adalah www.dadangkadarusman.com
ada 1 aspek yang perlu diperbaiki pada orang yang ingin mempunyai hasil karya berupa buku, bahwa hari ini, menerbitkan buku itu sangat mudah sekali. Beda dengan 20 tahun. Sekarang tantangan terbesar kita BUKAN pada menerbitkan bukunya. Melainkan pada MENULIS SETIAP HARInya. Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit.. Kita, tidak perlu mendatangi penerbit lagi, mereka yang datang kepada kita. Buku-bukunya pada umumnya adalah hasil dari penerbit datang dan menwarkan untuk menerbitkan naskahnya, Kan enak ya kalau begitu. Nantinya tinggal bapak ibu aja mau menerbitkannya atau tidak. So, pembahasan kita kali ini akan Ia fokuskan kepada cara menulis setiap harinya. Sebab Ia percaya bahwa, penerbit akan mendatangi Anda jika skill menulis Anda sudah sesuai dengan yang mereka cari. Jadi pelajaran yang bias diambil adalah :

PERTAMA,
jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu susah. Gampang banget. Lalu bagaimana seseorang bisa menulis setiap hari? Menulis setiap hari butuh skill dan trik, bagi sebagian banyak orang menulis setiap hari itu surprise sekali, bahkan yang punya karya buku, mereka pun tidak menulis setiap hari, apa lagi bagi orang yang menerbitkan buku bukan dari hasil tulisanya sendiri, tapi hasil dari tulisan orang lain ( gost writer) yang mana ia hanya memberikan ide atau fikiran saja. Kalau yang diutamakan hanya menerbitkan buku maka ia hanya sekali dua kali menerbitkan buku, karena ia bergantung dengan orang lain.  Berbeda apa bila di mulai dengan mengasah keahlian menulisnya terlebih dahulu dan bias menulis setiap hari maka ia akan mandiri dan dapat menerbitkan buku kapan saja. Tiga alas an untuk menulis setiap hari jika ingin membangun karir dibidang penulisan :
                a.       Biasa karena terbiasa
Guru atau dosen bias jadi hebat dalam menyampaikan atau ketika mengajar tapi belum tentu ia bias menuangkan dalam sebuah jurnal misalnya, hal itu karena tidak terbiasa melatih otot motoric jarinya dan tidak terbiasa menuangkan apa yang ada dalam fikiranya.
b.      menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan. dan itu terjadi secara refleks saja, begitu pula ketika kita merasakan sesuatu. Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu. atau butuh seseorang yang mau mendengarnya padahal, belum tentu ada yang mau dengan kan? Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya. yaitu, selembar kertas dengan pena kalau dulu kalau sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana
c.       menulis setiap hari itu merupakan healing remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat.
Kesimpulannya, kenapa perlu menulis setiap hari adalah; Karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri Bagimana kemampuan itu diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS. Jadi, bapak ibu sekalian. Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari. Seberapa banyak? Kalau saya pribadi, 1 hari 1 artikel, Nah kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan jumlah katanya kan ya, Kan jaman dulu kalau kita mau mengirim artikel ke koran, itu ada ketentuan jumlah kata. Hal itu membuat penulis pemula kesulitan. kenapa ? Karena bukan hal yang mudah untuk menuanggkan gagasan secara indah dengan jumlah kata yang ditentukan. Maka bagi saya, ukurannya adalah "1 Artikel" Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu ukurannya. Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis ibu bapak yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya. Oya, kenapa saya pakai kata KALAU?Karena, belum tentu ada  orang yang membaca artikel itu. Duh, sedih banget ya. sudah cape-cape nulis tapi kok nggak ada yang baca. Nah, ini penting bapak ibu. Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak, kenapa? Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif kan ya. Kan tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif. so, yang penting menulis saja dulu. Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, YAKIN DEH bakal dibaca.
        Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu Sekarang kita bahas WHATnya. WHAT makes you write something? Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis? Pertanyaan ini sederhana. Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan. Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis. dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis? Ada orang yang menulis agar mendapatkan uang? Ada. Dulu, saya pernah berada di level itu. Saya menulis untuk mendapatkan uang, karena saya butuh untuk biasa sekolah. Apakah saya berhasil? Lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. lebih banyak naskah yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan. Saat itulah kemudian saya sadar bahwa, menulis karena ingin mendapatkan uang; bukanlah nilai pribadi saya. Dan sampai sekarang, saya menulis BUKAN untuk uang. Bapak ibu boleh nggak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. boleh saja. tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita. 

KEDUA
        menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini menurut hemat saya; paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita. Maka itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa SAAAANGAT banyak. Contoh. Hal apa yang bapak ibu tangkap dengan panca indra sekarang? Ada bunyi AC? Itu sumber ide. Ada suara seseorang yang lewat didepan rumah? itu sumber ide. Ada bunyi PRAAAANG! gara-gara panci jatuh? semua sumber ide. Dan ide itu, hanya butuh sentuhan berupa mengolah pikiran yang kemudian menuangkan hasil olah pikir itu kedalam tulisan dan karena rangsangan itu selalu ada setiap hari, maka kita semua sebenarnya bisa menulis setiap hari.

MENCIPTAKAN POLA BELAJAR YANG EFEKTIF DARI RUMAH


Sejatinya tidak ada yang lebih efektif dari pada belajar langsung di sekolah, karena bagaimanapun interaksi antara guru dan murid tidak sekedar antara intruksional dan respon dari anak, akan tetapi lebih dari itu, disana ada emosional yang berperan, emosi-emosi yang bisa membangun suatu pengertian demi tercapainya sebuah tujuan pembelajaran.Tidak seimbang mana kala kita membandingkan pola belajar di rumah dan di sekolah, karena pada posisi awalnya hal tersebut menjadi satu kesatuan dan saling mendukung, namun pada masa pandemi covid-19 ini justru keadaan itu berbalik atau dibalik, dimana belajar di rumah yang menjadi penunjang pembelajaran di sekolah malah menjadi sebuah prose pembelajaran yang utama. Pembelajaran di rumah memerlukan pendewasaan yang tinggi, jika pada level sekolah dasar maka memerlukan pendampingan orang tua yang sangat mumpuni atau setidaknya orang tua sangat mendukung dan memfasilitasi, dan untuk level yang lebih atas lebih kembali ke pola anak it sendiri dalam belajar. Jadi pertanyaanya " bagaimana mencipatakan pola yang efektif belajar dari rumah? " Pertanyaan yang mudah tapi jawabanya sulit
Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut maka kita sebagai guru (konteks dari rumah berarti guru tetap menjadi motor utama penggerak pembelajaran yang akan dilaksanakan) harus bisa semaksimal mungkin melaksanakanya. Menurut hemat penulis ada beberapa hal yang harus dipersiapkan guna terlaksananya pembelajaran yang efektif, yaitu sebagai berikut:
Pertama
Guru harus mengidentifikasi mana materi yang sudah dan belum tersampaikan, karena hal ini kaitanya dengan ketuntasan belajar dan tercapainya program pembelajaran itu sendiri.

Kedua
Guru harus mampu menghitung alokasi waktu yang tepat baik jumlah hari maupun porsi jam yang akan digunakan untuk belajar di rumah , dalam hal ini estimasi waktu, dalam situasi yang seperti ini paling tidak semua materi bisa tercover baik nantinya ada waktu untuk melanjutkan belajar lagi disekolah atau tidak. Bahkan sebaiknya guru juga membuat jadwal baru khusus untuk pembelajaran online ini.

Ketiga
Sebelum melaksanakan pembelajaran daring atau online perlu adanya kesepakatan-kesepakatan yang dibangun oleh guru dengan murid atau wali murid, entah itu yang berupa waktu, metode atau media yang digunakan, dan cara penilaian. Hal itu sangat penting layaknya sebuah kontrak belajar. Bahkan sangat berpengaruh untuk kedisiplinan dan partisipatif dari murid ataupun wali murid.

Ke-empat
Dalam hal media ini sangat tergantung dengan siswa atau murid yang dihadapi, kira-kira keterjangkauan murid atau wali murid sejauh mana, karena hal ini sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajatmr online, apakah dengan WAG ( Watshap Group), telegram, google form, quizizz, google classroom, moodle, kahoot, dan lain sebagainya. Dan saya yakin untuk gurunya pun juga harus banyak berlatih dan mengeksplorasi mana media atau aplikasi yang paling cocok untuk diterapkan.

Kelima
Harus ada variasi dalam pembelajaran , agar tidak jenuh, karena basis media yang digunakan adalah HP dan sebagainya tentu disana harus ada game-game yang menarik, katakanlah misalnya dalam evaluasi atau penilaian memakai aplikasi quizizz dan lain sebagainya. Disamping variasi media juga variasi model pembelajaran , dari teori ke praktek dan tugas ke proyek dan sebagainya. Khusus dalam hal evaluasi pembelajaran atau penilaian ini sangat penting untuk dipahami antara guru dengan murid berkaitan dengan mekanisme dan bagaimana cara mengerjakan atau mengumpulkan tugas, syukur-syukur memakai aplikasi yang otomatis , atau kalau belum bisa maka dijelaskan bagaimana dan seperti apa yang akan dikirimkan sebagai tugas . mungkin akan mudah pada level SMA hingga perguruan tinggi, tapi akan berbeda jika yang dihadapi anak-anak SD, Guru harus pintar-pintarnya memilih media dan selalu mengingatkan orang tua untuk mendampingi anak-anak, disamping untuk kelancaran dan kesuksesan belajar juga menghindari efek-efek negative jika ada.

Keenam
Tak lupa karena momenya adalah penanggulangan virus covid-19 maka perlu dan sangat perlu menyisipkan materi tentang itu, dan juga tak bosan-bosanya untuk mengingatkan pentingnya pencegahan demi keselematan masa depan yang gemilang. Sisipan-sipan materi dan motivasi spiritual sangatlah penting sebagaimana pesan dari bapak presiden ataupun wakil presiden bahwa penting untuk berikhtiyar lahir maupun batin, apa lagi masuk suasana bulan romadlon seperti ini, justru menjadi kesempatan untuk menguatkan lagi anak-anak didik kita.

Ketuju
Tidak lupa selalu bekerjasama dan saling memberikan masukan baik level sekolah, komite, KKG , baik dengan pengawas maupun dinas pendidikan. Selalu memantau perkembangan yang ada di luar guna memperoleh cara atau pola yang paling pas supaya pembeljaran dari rumah ini menjadi efektif.

Demikian sedikit ulasan dari kami, semoga sedikit banyak bisa memberikan masukan kepada teman-teman guru dan tentunya saran dan masukan yang sama kami sangat harapkan dari bapak ibu guru semua, semoga pandemic covid-19 ini segera teratasi dan keadaan menjadi normal kembali, amin.

TEKNIK MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU

BELAJAR MENULIS GELOMBANG 10

Pertemuan ke -1 : Senin, 27 April 2020
Waktu                 : 13.00-15.00 WIB
Pemateri             : Dr. Ono W Purwo
Topic                  : teknik menulis dan menerbitkan buku
Peresume           : Hamam Nasirudin, S.Pd.I., M.Pd.I ( hamamrq@gmail.com)

Teknik menulis :
1. Persiapan :
    - di mulai dengan banyak membaca, sebagai sumber kosa kata yang akan kita pakai
    - Tidak melupakan kaidah 5 W 1 H
2. Mencari Topik :
    - bisa dilakukan dengan mengobrol lewat medsos
    - atau mengobrol dengan siswa
    - materinya diambil dari berbagai buku, dikumpulkan , dijadikan paragraph baru dan di
      tambah referensi
3. Kebiasaan mencatat, bias dicatat di wiki
4. Untuk tulisan ilmiah harus memiliki referensi, referensi yang bahasa Indonesia sulit masuk jurnal
    internasional, kiatnya dengan memakai https://bit.ly/scholar_google
5. Naskah terbit terdiri dari :
    a. Halaman judul
    b. Kata pengantar
    c. Daftar isi
    d. Materi lengkap
    e. Tentang penulis-pendek saja
    f. Daftar pustaka
    g. Synopsis
6. Buku yang diinginkan bukan karena kualitas tapi karena laku, contoh buku pegangan siswa SD menyesuaikan materi dengan keputusan menteri